06.02

"aku pikir kau akan tetap disana" angin akhirnya berhasil mengenalkan suaranya pada daun telingaku. Dia yang sedari tadi diam disamping bisuku "Aku pikir kau mencuri pertanyaanku" bibirku menjawab sekenanya. entah mengapa orang ini seperti pernah kukenal.
bebauan angin sore hinggap dihidungku, bau yang sama seperti di ujung sore tiga atau empat tahun lalu. aku tak mengerti mengapa tahun itu berarti, tapi memoriku tak bosan menyimpan bebauan itu, hingga aku sangat mengenalnya.

05.53

sajak di ambang senja

masihkah dia tertawa??? atau senja tlah menguncikedua bibirnya,, hingga tak ada lagi tawa,, hingga hampa harinya, bisu..
masam, meredam maya yang tersampir tepat dibahu kanan nya
mengelak bukan jawaban, tapi menyerah hanya akan membiarkan jasatnya lenyap.
akan ada atau tidak ada??? jawab dan bisikkan pada celah sumbing dipinggir hatimu,,

06.53

Stigma..

Stigma..
Hmmmmmm, tiap orang emang punya pandangan yang berbeda. Punya tolak ukur yang sama sekali bertolak belakang ama yang lainnya. Itu wajar, normal, g ada yang salah ampe itu kejadian. Buat lw salah belum tentu buat yang lain salah,, lw suka a yang lain bisa aja suka z n sama sekali g tertarik ama a. Pandangan itu relatif, tergantung personalnya. Sesuatu yang g bisa dimaafkan menurut lw bisa jadi biasa n g ada apa-apanya buat orang lain, jadi jangan sewot klo lw bukan orang paling bener. Seseorang bisa ngeliat dari kata kenapa tapi lw mungkin lebih tertarik sama kata dimana, Ato siapa??? Kecendrungan yang kayak gitu t yang bakal bikin pendapat lw beda ama yang laen, mungkin aja ujung-ujungnya sama. Toh kolo parameternya diubah n sudut pandangnya disamaain pasti muncul yang namanya sepakat. N i think dalam konteks dan tolak ukur yang sama, alasan orang buat bilang salah ato bener juga bakal jadi sama. Tapi masalahnya manusia bukan robot yang stelannya sama semua, manusia punya sesuatu yang orang lain g pernah bakal tau sesuatu itu apa, tiap orang berbeda, g bakal ada yang persis n mutlak sama, itulah yang namanya ruh dan fikiran,, Allah g bikin itu semua sama biar jadi alasan kita butuh ama orang lain, biar jadi alasan kita ngerti apa yang kita mau, buat jadi alasan kenapa kita diciptain berbeda n g bisa hidup sendiri.
Bayangin klo semuanya sama, berarti toilet mesti banyak, soalnya setiap orang bakal punya waktu yang persis sama untuk siklus itu. G bakal ada yang mau jadi pelayan restoran karena pada waktu yang sama semua mesti kebelet makan, ujung2nya semua bakal homogen, g ada yang miskin ato kaya, g ada yang pro ato kontra, g ada tantangan. Lurus, straighly, g enak kale.

06.28

Arti sempurna

Arti sempurna

Kesempurnaaan????????? Makhluk apa itu????????
Apa arti sempurna ketika seorang pianis lahir dengan empat jari, sebagian kepala berfikir ia jauh tak sempuna darimu yang ditakdirkan punya 10 jari… tapi ia, pianis itu, mampu membuat semua telinga terhanyut karna nada sempurna dari empat jari mungil yang pernah kau anggap tak sempurna.
Apa arti sempurna ketika seorang buta mampu membaca puluhan buku yang sama sekali belum kau jamah, buku yang tak dapat kau mengerti walau dengan mata yang mampu menggambarkan dunia. Tapi dia, sibuta itu, tlah menyelesaikan semua bahkan mampu membagi ilmunya padamu, si buta yang bisa melihat dunia.
Apa arti sempuna ketika seorang fakir mampu tersenyum untuk hidup keluarganya, sedang dirimu, hanya tersenyum ketika kantongmu mampu kau isi terus dan terus. Ia si empunya uang itu takkan pernah bahagia meski sehari ntah berapakali makan nasi, sedang si fakir selalu tertawa walau hanya dapat sepiring nasi untuknya dan keluarganya hari ini.
Apa sempurna itu yang dikatakan gita gutawa dalam lagunya??????????? Tidak!!! Bagiku hidup untuk sesuatu yang sempurna adalah mustahil, kapan kau temui kesempurnaan itu, sejauh kau mencari sejauh itu pula kebobrokan akan kau temui.
Apa sempuna akan menunjukkanmu dimana tuhan????????
Tidak!! Jawabannya tetap tidak…. Apa kau tau ketika kecil dulu kau sempat masuk dan bersembunyi di kandang ayam dan menginjak kotorannya????? Jika iya dari sekian banyak ayam ayam yang mana yang kau injak kotorannya,,,,, kau tidak tau pasti, tapi kau yakin itu memang kotoran ayam, maka akankah kesempurnaan penglihatan kau salahkan atas ketidak beradaan tuhan dalam penglihatanmu…… ayam saja seekor binatang kau yakin dia ada dan menghasilkan kotoran itu sedangkan tuhan yang telah membuat kau hidup dan menciptakan semua makhluk didunia dan dilangit, akankah kau tetap tidak yakin atas keberadaannya.

Maka jangan lah hidup untuk sesuatu yang sempuna diduniamu, tapi hiduplah untuk menggapai kesempurnaanNya, sang maha sempurna.

06.03

perempuan

PEREMPUAN

Apa kau tau, apa kata perempuan itu!

Dia perempuan yang berbeda,

perempuan yang kau siakan demi wanita wanitamu.

Tapi ia tidak menyalahkanmu

ia hanya mampu tersenyum

dan

berkata

“biar ia jelang bahagianya”.

Perempuan itu bersembunyi dibalik senyumnya,

rapi ia bungkus semua luka.

Luka yang sebenarnya ia bibit sediri,

Tapi

ia masih tetap setia pada makhluk yang tak peduli kesetiaannya.

Ia terlanjur cinta pada makhluk yang tak tau seberapa besar cintanya.

Perempuan itu baru belajar mencinta ketika bertemu pecundang itu,

pecundang yang benar2 merenggut hatinya

sebelum ada yang pernah menjamahnya,

ia tau pecundang itu penjaja cinta,

tapi

perempuan itu tetap mencintainya.

Kalau ia tau, ia akan memilih tidak melalui hari ini,

hari dimana ia menistakan makhluk pujaannya.

Hari dimana hatinya terasa galau,

galau karna ingin menghianati sejuta tangis yang menghujam di hidupnya

tangis yang sebelumnya tak ada,

tangis yang biasanya bukan karna duka.

Ia masih tak percaya

tapi harus percaya.

Makhluk itu meremuk redamkannya,

ia ingin lupa tentang hidupnya.

Tentang semua,

tentang ribuan hari sebelum hari ini.

Makhluk itu teramat sangat sempurna dimatanya

hingga kesalahannya tak akan mengurangi indah kerlip yang menhidupkan perempuan itu.

Tapi hari ini,

semua hilang!!!

Hilang dengan jejak luka menggumpal besar,

menghimpit sejuta damba berubah hampa.

Dia perempuan itu akan terus berdiri,,,,

tanpa atau ada makhluk busuk itu.

Lututnya membeku,

semua sendi sendinya mengering.

Terlalu banyak cairan menggumpal jauh didalam hatinya membuat matanya kerontang,

membuat hidupnya penuh dengan sisa kemarau ciptaannya.

Masih ada rasa tak percaya menghujami batu suci di otaknya.

Perempuan itu oleng,

namun tetap berusaha keras untuk berdiri.

Ingin dilepasnya kisah pertama yang menjadi penghujung pelipur hatinya.

Kisah yang sangat mempengaruhi hidupnya,

kisah yang membuatnya bertahan sampai sejauh ini.

Lebih dari 3 tahun perem puan itu terombang ambing dilaut pertamanya

tapi hari ini ia berjanji tak akan bertemu laut lagi,

bahkan laut pertamanya serasa ingin ia dam dengan gumpalan2 amarahnya.

Tapi

gumpalan itu belum cukup banyak hingga menutupi lautan rasa yang pernah membuainya.

Sampai terus ia mencari,

sampai terus ia berlari,

hingga bebal semua rasa.

Sesal!!!!

Ia pernah merasakannya,

tapi tidak untuk kali ini.

Pecundang itu akan tetap menjadi rajanya.

Walau sejuta kata dilemparkan untuk menyadarkannya

tapi tak ada yang bisa membuatnya leleh.

Ia masih yakin dengan indah angin yang membelai kisahnya,

bukan karna ia tak percaya sahabatnya.

Tapi hanya memperhitungkan sesuatu dari hatinya,

ia hanya mengukur benang pendek yang mengikat dunianya,

yang membuat dunianya belum berputar

setelah jutaan kali pecundang itu bermimpi.

02.48

Hidup untukku

Sudah terlalu lama mendung menjadi teman hidupnya, semakin gelap mendung itu menutup hari semakin terpuruk pula perjalanannya. Tak hanya gemuruh petir yang berteman dengan setengah peraduannya tapi juga katakatanya yang tak pernah berhenti memani omong kosong dari pita kecil disudut kerongkongannya. Dia, laki laki yang sedari tadi tak henti menutup matanya, terlalu naïf untuk sekedar mendengar katakata yang baru saja mampir digendang telinganya tapi ia tak punya pilihan untuk berontak. Baru hari ini setelah ribuan hari ia lewati tanpa suara itu, kini suara itu mengisi setiap detik yang biasa ia lewati bersama lirih angin. Suara yang benar benar ia rindukan yang dicarinya beberapa tahun belakangan ini. Dia, laki-laki itu, tak lagi bisa bersahabat dengan geligi yang biasa menyediakan ruang untuk ia bersuara,,, tak ada lagi omong kosong itu setelah ia ditodong berjuta suara dari satu pita. Bukan!!! Bukan itu yang ia cari selama pelariannya, hatinya berontak, tapi siapa, siapa yang akan mendengar hati itu bersuara. Detik yang ia harap berbuah tawa justru menyeretnya masuk kedalam palung yang selama ini tak terjamah bahkan oleh perempuan itu, perempuan yang sekarang menghadiahkan senandung kemarahan tepat dihadapan laki laki itu.

Terus!! Terus teriak aku memang merindukan suaramu, memori lakilaki itu bertindak tak ubahnya seperti kaset rekaman yang siap merekam semua suara yang ada di depannya. Dia, lakilaki itu tetap tak bersuara, ia hanya berkeluh tepat di ujung2 hati yang kini mengeras ntah penghianatan macam apa yang telah membuat kedua tangannya terkepal. Rahangnya mengeras tapi tetap ia tak sanggup bersuara bahkan untuk sekedar membuat perempuan didepannya berhenti menggetarkan pita suaranya.

Perempuan itu berbalik seakan tak ada yang menggantung di fikirannya, langkahnya membuat lakilaki itu tertinggal jauh, bukan karena ia berlari tapi karena laki laki itu tetap tak bergerak. Ada cairan hangat yang menggantung dimatanya, kristal yang sedari tadi ia tahan untuk tidak menyeringai. Terlalu berharga kristal itu untuknya, perempuan itu tak pernah terlihat punya emosi berbeda dengan hari itu ia memuntahkan semua sakit hatinya semua seyum dan rasa bahagianya pada langit malam, di pinggir kota itu ia berkeluh kesah melupakan hiruk pikuk kota untuk sejenak menjadi apa yang seharusnya jadi dirinya, PEREMPUAN. Terlalu lama ia larut dengan ego dan ambisinya sampai sampai ia lupa tentang separo hatinya. Tapi itu sudah terlalu lama sudah tak patut jika harus membalikkan duniaku fikirnya.

Lagi lagi rahangnya mengeras, ada seraup penyesalan d wajah itu, sedikit tak percaya. Tapi dia, lakilaki itu terpaksa percaya terpaksa berhenti berfikir…..

######

01.36

just about me

ia lahir sekitar 18th, 8 bln yang lalu. yang katanya lahir diatas kasur, kata bokap gw gto. klo g pcy tanya ja sendiri. but klo percaya musyrik lho. ntar klo dah nanya jangan sirik ya coz gw mang nak yang maezzz, hehehehe;0

perca g klo gw lahir diblakang pintu, ya...... harus pcaya dunk cos klo pintunya ga ditutup nyokap gw malu donk,,, hehe iyakan, iya dung iya aja deh.

sekarang ntu anak dah gede, tidur dah g dikelonin lagi, makan dah bisa sendiri. hebatkan!!!! ya iya donk gw, siapa dulu mak e...... jadi bangga ma diri sendiri.....
huahahahahahahahah:0