"aku pikir kau akan tetap disana" angin akhirnya berhasil mengenalkan suaranya pada daun telingaku. Dia yang sedari tadi diam disamping bisuku "Aku pikir kau mencuri pertanyaanku" bibirku menjawab sekenanya. entah mengapa orang ini seperti pernah kukenal.
bebauan angin sore hinggap dihidungku, bau yang sama seperti di ujung sore tiga atau empat tahun lalu. aku tak mengerti mengapa tahun itu berarti, tapi memoriku tak bosan menyimpan bebauan itu, hingga aku sangat mengenalnya.
06.02
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar